Ara tak pernah mengetahui apa itu persahabatan, teman, cinta, pacar, saudara. Ara selalu merasa sendiri di dunia ini. Orang-orang bilang, mereka udah tak ada kontak dengan Ara, what the reel problem?? Ara tak paham. Setiap kali Ara mencoba mengkomunikasikan sesuatu, selalu tak ada jembatan. Itu kata mereka. Apa Ara ini bukan golongan mereka ?? itu yang terpikir olehnya saat ini. Dulu Ara selalu membeli seorang teman, sahabat, cinta, pacar, saudara, bahkan orang tua.
Yes,, that's right. Jadi, Ara tak pernah tahu hal tersebut seperti apa. Namun, ketika dia bertemu tujuh orang itu, Ara merasa aneh. Ara tak tahu harus melakukan apa. Tapi tanpa Ara sadari, dia telah memasukkan mereka dalam hidupnya tanpa harus membeli mereka. Ara menganggap mereka teman dan juga saudaranya, bagian dari dirinya yang harus dilindungi. Saat mereka bilang, "eh, aku pingin ini, ayok kesana", lalu Ara ikut.
Namun, tetap saja semua kembali seperti semula, Ara tak mengerti harus melakukan apa untuk mengubah jembatan itu agar bisa mereka bisa melewatinya. Ara juga tak tau, mereka menganggap dirinya apa. Lagipula, sepertinya banyak dari kehidupan Ara yang berbeda dari mereka. Ara bukanlah sesuatu yang sempurna.
Ara ingat...Cara mereka membaca tiap buku mata kuliah masing-masing.Ara ingat...Cara mereka bercanda, apalagi mengenai pacar.
Ara ingat...Cara mereka menangis, ketika orang yang mereka sukai tak menghiraukan panggilannya, tak melihatnya walau dia di depan mereka.
Ara ingat...Cara mereka mengirim surat curhat saat bosan mendengar ocehan dosen.
Ara juga ingat...Cara mereka makan dan minum di foodcourt atau kos atau juga di bosem kampus Ara kuliah atau saat mereka bepergian bahkan ngemil di kelas.
Ara juga ingat...Cara mereka melirik Ara, apalagi kalau Ara keceplosan.
Ara masih ingat...Ketika mereka berteriak mempromosikan produksinya,
Ara masih ingat...Ketika mereka menari dan bernyanyi dalam melepas penat.
Ara masih ingat...Semua tawa bersama, semua keinginan yang dibuat, di dalam gedung bertingkat,
Dan Ara selalu ingat...Cara mereka bertujuh tersenyum pada Ara,
YA, ARA SELALU INGAT ITU.
TAPI, APA MEREKA MENGINGAT ARA ??
BUKANKAH MEREKA BINGUNG JEMBATAN APA YANG ARA MILIKI.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar